[2] (not) Give Up

OtherwiseM presented

cr pict here.

Day 2 : The Unrequired Love Poem
How do you feel when you love someone who does not love you back?

cr prompt here.

.

.

.

“Kim Hwiyoung!”

Lelaki bersurai pirang itu menghela napas berat. Baru saja ia menyampirkan handuk di bahu saat gadis itu berada di hadapannya, menyodorkan sebotol air.

“Kau pasti haus, minumlah!”

Hwiyoung mengangkat kepala masal. Mendapati Heejung menatapnya sambil tersenyum lebar. Cih, bodoh.

“Ambillah. Belum aku minum, kok.” Si gadis menggoyangkan botol itu, masih tersenyum lebar walau Hwiyoung wajah paling masam yang ia punya.

“Pergilah.” Mengatakannya dengan tak sabaran, Hwiyoung beranjak meninggalkan gadis itu. Namun, bukan Park Heejung namanya kalau tidak keras kepala. Gadis itu membuntuti Hwiyoung seperti itik bebek membuntuti induknya. Hal ini membuat Hwiyoung sebal dan membalikkan tubuhnya dengan cepat.

Jantung Heejung berdebar kencang saat kepalanya membentur dada Hwiyoung. Aroma parfum yang melesat masuk ke rongga hidung membuat wajahnya memanas seketika.

“Berhentilah mengikutiku. Kau tahu kau sangat mengganggu, eoh?”

Heejung tidak mengatakan apa-apa. Terlalu sibuk menyembunyikan tangannya yang gemetar juga meredam bunyi detak jantungnya.

Hwiyoung mendecih sebal. Ia segera merebut botol air di genggaman gadis itu tanpa menyadari kalau jarak mereka terlalu dekat. “Sudah kuambil, puas?”

Heejung mengangkat kepala. Sumpah, Hwiyoung tampan sekali! Dengan tetes keringat di dahi dan rambut basah berantakan. Mata kosong gadis itu bertemu dengan sorot sebal Hwiyoung yang sialnya menggemaskan. Wajah Heejung malah semakin panas.

“Sana pergi! Kenapa masih diam di sini?” sentak Hwiyoung galak.

Heejung mengerjap pelan. “Tampan … sekali.”

Alis Hwiyoung bertaut. “Kau bilang apa?”

Ah, ti-tidak! Aku akan pergi!” Wajahnya sudah semerah tomat saat Heejung melarikan diri. Namun, seakan teringat sesuatu, gadis itu langsung menghentikan langkahnya dan menoleh.

Hwiyoung masih ada di sana. Menatapnya galak. Membuat mimik mengusir seganas mungkin agar gadis itu tak kembali.

Heejung tersenyum. Kali ini ia membalikkan tubuhnya dan membuat tanda hati dengan kedua tangan di atas kepala. “Aku tidak akan menyerah, Kim Hwiyoung!”

Setelah berteriak, Heejung langsung menjerit dalam mode fangirl sambil berlarian memegangi pipinya yang terbakar.

Hwiyoung menatap si gadis yang beberapa kali tersandung kakinya sendiri sambil tersenyum. Ia menatap botol air yang dimodifikasi sedemikian rupa sampai penuh dengan coretan namanya dan gambar kekanakan yang sialnya malah membuat Hwiyoung tertawa kecil.

“Dasar gadis bodoh. Menyebalkan sekali.”

Bagaimana rasanya mencintai seseorang yang tidak mencintaimu?

Bagi seorang Lee Heejung, sama sekali tidak menyakitkan. Karena ia akan terus berusaha sampai Kim Hwiyoung mau menatapnya.

—dan ya, nyatanya Kim Hwiyoung sudah menatapnya. Menatap dalam artian berbeda. Kalian paham maksudku, ‘kan?


—end—

 

Gatau kapan terakhir kali aku nulis something fluffy (selama ini selalu gelap-gelapan kalo nulis HAHAHA). Hwiyoung serius ganteng banget macem pahatan berjalan dan aku tak rela menyandingkan dia sama idol. Jadi, untuk pertama kalinya setelah sekian lama aku pakai OC hahaha.

Bonus piku Hwiyoung yang tampannya ga nyantai /emot seudih/ lemah adek sama yang beginian :”)

dch42raumaaltmtdcnlwuuuqaafgl1dcu_sy0vwaeiyqkdcm-wh7uqaac3vy

HUG BABY MASTERNIM IS DA BEST! PANUTANQOE!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s