[1] Gadis di Balik Jendela

70485bc44872ecbf8e385306a74955ac

OtherwiseM presented

cr pict here.

Day 1 : Outside the Window

What’s the weather outside your window doing right now? If that’s not inspiring, what’s the weather like somewhere you wish you could be?

cr prompt here.

.

.

.

Dari balik jendela, aku bisa melihat hamparan hitam di langit. Lingkar kuning yang cahayanya menelisik masuk melalui celah-celah daun itu bersinar seorang diri. Terlihat kesepian dan putus asa. Sama sepertimu yang hanya berdiri diam dengan katup tertutup rapat.

Bajumu basah kuyup, matamu juga. Tatap hangat tak lagi dapat kutemui di sana. Hanya ada secarik luka yang terbalut apik oleh penyesalan. Tanganmu bergetar, tak lama bahumu menyusul dan sebuket bunga basah di genggamanmu terlepas. Kelopaknya berhamburan di dekat kakimu.

Kamu menunduk dalam, aku tak bisa lagi melihat parasmu yang rupawan. Seorang lelaki tidak seharusnya menangis begitu! Aku ingin berteriak begitu, tapi suaraku sama sekali tidak keluar. Sekalipun keluar, aku sangsi kau akan mendengarkanku. Toh, kau memang lelaki menyebalkan yang keras kepala.

Kamu terlihat lemah saat membiarkan tubuh kekarmu jatuh bersimpuh. Kedua tanganmu terkepal kuat di atas paha. Aku cemas kau akan melukai telapak tanganmu sendiri. Bahkan kini aku bisa mendengar isak tangismu. Semakin lama semakin kencang dan semakin aku ingin memecah saja kaca yang menghalangi kita. Aku benar-benar ingin mendekapmu. Setidaknya kau bisa membagi lukamu bersamaku walau aku tidak bisa mengatakan apapun untuk menenangkanmu.

Untungnya—atau malah sayangnya, seorang gadis bergaun hitam menghentikan pacu tungkainya tepat di belakangmu. Surainya panjang dan tubuhnya mungil—tipe gadis yang teramat kausuka. Kamu akhirnya mengangkat wajah saat ia menepuk bahumu. Aku bisa melihat kalian saling bertukar tatap dan kau terdiam sejenak kala ia memberimu seulas senyum manis.

Tanganku mengepal. Dadaku terasa sesak. Tidak, harusnya aku tidak boleh begini. Toh, nyatanya aku sendiri yang pergi meninggalkanmu. Kamu tidak bersalah atas apapun saat jantungmu berdebar karena gadis lain. Toh, nyatanya aku sendiri yang tidak bisa tersenyum untukmu.

Seperti seorang gadis baik, aku juga ingin mendoakan kebahagiaanmu. Aku ingin mendukung apapun yang kau lakukan. Aku ingin melihatmu tersenyum lebar seperti biasanya. Tapi egoku terlalu besar untuk itu.

Aku tahu aku gadis tidak tahu diri.

Aku tahu aku gadis jahat.

Aku tahu aku gadis tak bernyawa.

—end—

 

Rasanya udah lama banget semenjak terakhir kali aku nulis dan ini rasanya kaku banget ya gusti :”) aku hiatus rasanya udah setahun ya HAHAHA

Beres SBMPTN aku, Ocha, dan Refa bikin challenge kecil-kecilan. Jadi kita harus posting fict setiap tanggal genap di bulan Juli ini /maapkan aku ngaret sehari kawan-kawan/. Semoga dengan adanya challenge ini, kita bisa sama-sama lepas dari WB ya! Wkwkwk

Di bulan Juli yang indah ini juga, insyaallah aku bakalan mulai kembali lembaran baru OtherwiseM yang sempat mandet dan ngilang begitu aja. Aku ga akan berhenti nulis! Semangat!

Advertisements

One comment

  1. Pingback: [3] Sebuah Kendaraan | OtherwiseM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s