[BTContest] Perche

tumblr_o7dh2pxu4u1uwnk8go1_128011

Perche

OtherwiseM presented

All the casts is belong to Masashi Kishimoto

|| Haruno Sakura x Uchiha Sasuke, with slight appearance of Hatake Kakashi || AU! Fantasy, Romance, Fluff, School-Life || T ||

tumblr_o6um5jdufb1uwnk8go8_250
No prompt #14

SasuSaku AU Fanfiction
S-Savers Contest : Banjir TomatCeri

Dari semua lelaki di bumi, kenapa harus dia …? Kenapa harus … Sasuke yang muncul di saat seperti ini?

.

.

.

“Apa yang sedang kau lakukan, Sakura?”

Si gadis tersentak. Tumitnya lekas berputar dan jantungnya nyaris melompat keluar. Netra hijau si gadis membola saat didapatinya seorang lelaki bersurai abu tengah memandangnya aneh. Sakura buru-buru menyembunyikan buku tebal yang baru saja ia ambil—lebih tepat disebut curi, sih—di balik punggungnya.

Si lelaki menautkan alisnya.

“Kakashi-sensei! Ti-tidak ada, kok!”

Kakashi menatap muridnya dalam sebelum berujar, “Kembalikan buku itu sebelum petang.”

Derap langkahnya mendengung di antara ucapan sang guru yang terus terputar di telinga Sakura. Sial, ketahuan! Padahal sudah berpolah seperti pencuri kelas kakap. Gurunya itu memang tidak bisa dibodohi.

Sakura membuang napas. Menatap buku setebal ensiklopedia itu dengan seksama. Wafat sudah imej anak teladannya di mata guru tampan yang satu itu.

Kalau bukan karena pesta sialan besok malam, Sakura mana mau mencuri begini. Ino juga. Menempeli diri dengan label ‘sahabat Sakura paling baik’, si gadis pirang malah mendesaknya datang dengan seorang lelaki. Padahal Ino paham betul bagaimana kondisi percintaannya saat ini. Benar-benar menyebalkan!

Saking penatnya, Sakura sempat berpikir untuk mengajak si cerewet Naruto saja ke pesta. Atau mungkin Rock Lee dengan potongan rambut mangkok. Tapi saat akal sehatnya kembali, Sakura sadar bahwa hal itu hanya akan menyegerakan kematiannya lantaran kelewat malu.

Sudahlah. Lagipula sudah terlanjur ketahuan.

Sakura lantas duduk bersila di tengah perpustakaan yang sunyi. Mematikan seluruh lilin kemudian menyalakan satu yang telah diberi mantra. Ia menarik napas panjang, berusaha mengenyahkan pemikiran bodoh yang dapat mengganggu konsenterasinya sebelum membuka lembar demi lembar buku tersebut.

Bibirnya komat-kamit merapal mantra. Sejemang kemudian, cahaya berdenyar muncul dari balik kertas lusuh tersebut. Sakura mengatupkan kedua tangan di dada. Menunduk dan mulai membayangkan sosok sang lelaki idaman.

Seorang lelaki tampan yang tinggi tegap dengan surai gelap. Matanya tajam dan lekuk tubuhnya sempurna. Suaranya berat memabukkan. Genggaman tangannya hangat dan senyumnya menyejukkan. Lalu—

Asap mengepul, berlomba memasuki lubang hidung si gadis yang terbatuk. Sial, ia kehilangan konsenterasi! Eh, tapi apa asap ini menandakan ‘pesanannya’ telah tiba?

Perlahan, Sakura membuka kelopak mata. Lalu netra bulat itu membelalak, seiras dengan rahangnya yang seakan membentur lantai.

“Sa-Sasuke?!”

Sakura mengucek mata. Sekali, dua kali. Namun sosok itu tak kunjung lenyap. Si lelaki malah menatapnya bingung.

Dunia Sakura rasanya mengecil. Terus mengecil kemudian lenyap tak berbekas. Dari semua lelaki di bumi, kenapa harus dia …? Kenapa harus … Sasuke yang muncul di saat seperti ini?

“Apa yang kau lakukan di sini? Di mana aku?”

Suaranya bahkan membuat dada Sakura meledak. Sial, sial, sial! Mimpi apa dia semalam sampai ‘pesanan’-nya jadi seperti ini? Apa Ino sengaja menyarankannya mencuri buku seribu satu mantra milik Kakashi-sensei untuk ini? Sialan!

“Sakura!”

Si gadis menggeleng kencang. Sekarang ia harus berbuat apa? Bilang kalau ia hanya sedang memanggil lelaki tampan untuk diajak ke pesta, tapi yang datang malah Sasuke? Itu konyol!

Lelaki berjubah hitam itu menatap buku yang terbuka di hadapan Sakura. Uap langsung mengepul di sekitar mulutnya.

“Sa-Sasuke-kun, ak-aku—”

“Apa tujuanmu sekarang? Kita kan sudah putus.”

Sakura merasakan ratusan batu panas merajam dadanya. Dua kalimat sinis lelaki itu berhasil telak membuatnya mati kutu. Mereka memang sudah putus—bahkan Sakura sendiri yang memintanya.

Tragedinya terjadi tiga bulan lalu. Saat itu Sakura hanyalah gadis bodoh yang baru pertama kali pacaran. Melihat lelaki kesayangannya bercengkerama dengan gadis lain sambil melempar senyum—bahkan saling berangkulan—membuat hatinya terbakar. Sakura mengamuk dan menampar Sasuke (bahkan bonus jambakan untuk si gadis) sebelum akhirnya meminta putus tanpa mendengar satu pun penjelasan dari bibir kekasihnya—ralat, mantan kekasih.

Satu minggu kemudian, barulah Ino bercerita kalau gadis waktu itu adalah saudara jauh Sasuke yang datang berkunjung ke rumahnya. Kalau ingat kejadian tersebut, rasanya Sakura ingin mengubur diri di dalam kerak bumi saking malunya. Untung saja setelah itu ia jarang bertemu dengan Sasuke—gedung kelas mereka berbeda di semester selanjutnya, omong-omong.

Lalu sekarang? Sebenarnya apa yang Sakura pikirkan sampai bisa mendatangkan Sasuke ke mari? Apa ia salah baca mantra?

Secepat derap langkah terdengar menyapa rungu, secepat itu juga Sakura sadar dari lamunan panjangnya. Gadis itu menoleh dan segera menahan lengan Sasuke. “Tu-tunggu!”

Iris hijaunya bertemu dengan milik Sasuke. Sial, habis ini Sakura harus melakukan apa?

“I-itu, a-aku, k-kau ….”

Sasuke melepaskan cengkeraman Sakura. Menatap gadis itu tanpa ekspresi. Ah, sudahlah! Toh Sakura sudah terlanjur kehilangan harga dirinya.

“A-aku mau … mengajakmu ke pesta besok malam!”

Alis Sasuke bertaut.

“A-aku sudah salah paham waktu itu, dan aku malu sekali untuk sekadar menemuimu dan minta maaf. Ja-jadi—”

Gemelatap sepatu Sasuke terdengar lagi. Sakura mengangkat kepalanya, maniknya memandang kecewa punggung si lelaki. Yah, mungkin Sasuke terlalu muak untuk memandang wajahnya. Mungkin Sasuke—

“Kutunggu di tempat biasa jam sembilan.”

Eh?

Cinta lama bersemi kembali, kah?

—end—

Advertisements

2 comments

  1. Yue_aoi88 · July 25, 2016

    Ah… fict nya ringan & gaya bahasa nya menarik.
    Suka sama fanfict ini

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s