[BTContest] Prestigiatore

Prestigiatore

OtherwiseM presented

All the casts is belong to Masashi Kishimoto

|| Haruno Sakura x Uchiha Sasuke, with slight apperance of Uzumaki Nauruto || Canon, Romance, Angst || T ||

No prompt #63 – Ilusi.

SasuSaku Canon Fanfiction

S-Savers Contest : Banjir TomatCeri

Dari sini, Sakura bisa melihat Sasuke yang melangkah menjauhinya. Meninggalkannya sendiri. Berkumul dengan luka baru yang menganga.

.

.

.

Gadis itu terkapar di tanah.

Iris hijaunya memandang lurus ke depan. Selapis cairan bening menghalangi pandangnya. Warna merah menodai pakaian serta wajahnya.

Gadis itu terbatuk. Cairan anyir kembali menyembur. Tangannya yang dikuasai tremor tergerak hendak meraih kunai yang tergeletak di dekat kepalanya.

Namun sebuah kaki secara telak memerangkap geraknya. Membuatnya menjerit lantaran pergelangan tangannya yang nyaris remuk. Air matanya menetes lagi.

“Berhenti berbuat bodoh, Sakura.”

Suara dingin itu mengalun, membekukan gendang telinganya. Namun Sakura bergeming. Tidak berusaha berkelit meski rasa sakit menjalari tubuhnya tanpa ampun.

“Apa yang kau harapkan dariku?”

Sakura kian erat memejamkan matanya. Kaki itu terangkat, kemudian si gadis bersurai merah jambu bisa melihat punggung lelaki berbaju putih yang kian menjauh.
Terus. Menjauh. Meninggalkannya seorang diri. Berkumul dengan luka lama yang menyedihkan.

Berpikir bahwa lelaki bermarga Uciha itu sudah berubah adalah kesalahan besar. Si gadis terlalu girang dengan kehadirannya yang tiba-tiba. Terlalu gembira atas kembalinya kelompok tujuh dalam perang dunia shinobi. Terlalu percaya bahwa … Sasuke yang dulu dicintainya setengah mati telah kembali.

Sampai satu fakta menghantam ulu hatinya kuat-kuat. Menamparnya kencang-kencang. Mengembalikannya dari delusi sesaat. Sakura ingin tertawa keras—mengejek kebodohannya yang melewati batas normal, namun yang keluar malah isakan kencang.

Tidak. Di saat seperti ini seharusnya Sakura tidak begini. Pergi ke mana usaha kerasnya selama bertahun-tahun? Sial. Kalau ia masih selemah ini, Sasuke sudah jelas tidak akan pernah berbalik menatapnya!

“S-Sasuke!”

Pekikan lantang si gadis menghentikan langkah Sasuke. Lelaki itu membalikkan badannya. Mendapati siluet si gadis yang berusaha mati-matian menahan keseimbangan tubuhnya.

“Aku … harus berbuat apa agar kau mau berbalik menatapku? Aku … apa yang harus kulakukan agar kau menyukaiku?”

Butuh jeda sepersekian sekon sampai pertanyaan retoris Sakura terjawab. “Aku tidak akan pernah menyukaimu. Jadi berhentilah selagi bisa, Sakura.”

Mata bundar Sakura menyalak saat Sasuke kembali membalikkan badan—hendak melanjutkan langkah yang sempat terhenti. Tidak. Tidak boleh berakhir secepat ini!

Menahan rasa ngilu yang melanda sekujur tubuhnya, Sakura mengayuh tungkainya secepat mungkin. Sampai tubuhnya bertubrukan dengan punggung tegap Sasuke.

Sial, posisi ini malah mengingatkannya pada masa lalu. Saat Sakura dengan wajah menyedihkan menahan Sasuke pergi—namun usahanya gagal, tentu saja. Sakura memang tidak pernah berubah. Masih lemah seperti dulu.

“Aku … benar-benar menyukaimu. Selama ini … aku hanya menyukaimu. Apa aku benar-benar tidak punya kesempatan?”

Terdengar helaan napas pelan sebelum kedua tangan Sasuke melepaskan lingkaran lengan Sakura di perutnya. Ia membalikkan tubuhnya. Mencengkeram kedua bahu Sakura dan menatap matanya dalam-dalam.

“Aku tidak menyukaimu, Sakura. Berhenti mengemis cinta seperti orang bodoh. Tak kusangka kau masih sama menyebalkannya seperti dulu. Aku muak denganmu.”

Sakura bahkan belum sempat memahami rentetan kata dari bibir lelaki itu. Namun tubuhnya sudah terpelanting jauh. Kembali terkapar di tanah.

Dari sini, Sakura bisa melihat Sasuke yang melangkah menjauhinya. Meninggalkannya sendiri. Berkumul dengan luka baru yang menganga.

Sial.

“Sakura-chan! Sakura-chan!”

Sakura mengerjapkan matanya. Kepalanya pening luar biasa. Namun ngilu di tubuhnya berangsur menghilang. Saat pandangannya kembali jelas, ia bisa melihat seorang lelaki bersurai pirang tengah menatapnya lega.

Naruto?

“Syukurlah kau sadar.”

Si gadis mendudukan tubuhnya. Berusaha mengingat apa-apa saja yang baru terjadi. Namun putaran di kepalanya malah bertambah makin cepat.

“Keterlaluan si Sasuke itu! Bisa-bisanya ia melakukan ini!” dengus Naruto sebal.

Seketika netra Sakura melebar. Ia ikuti arah pandang si lelaki pirang dan menemukan punggung itu di sana. Berada cukup jauh dari posisinya sekarang.

Jadi itu … hanya genjutsu?

Tapi … apa yang diucapkan oleh Sasuke, tatapan matanya, dirasa terlalu nyata untuk sekadar ilusi. Sepertinya apa yang dikatakan Sasuke benar. Sakura harus segera menghentikan perasaan sepihaknya selagi bisa.

Tapi … kenapa ia masih memandang Sasuke?

—end—

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s