[Vignette] Senseless

SENSELESS

Senseless

OtherwiseM presented

 

Requested by Nidya

 

|| [OC] Hwang Min Rin, [Boyfriend] Jeongmin, with mention of [BTS] Suga/Min Yoongi || Fluff, failed!Comedy, Romance || Vignette (1000+ words) || PG-15 ||

 

Bisa tidak aku menggantikan posisi Min Yoongi untukmu?

 

.

.

.

 

Huh, yang benar saja! Aku sudah susah-susah membuatnya, lalu apa katanya? Tidak butuh? Yang benar saja! Lagipula apa sih susahnya menerima dan mengucapkan terima kasih?! Bahkan jika nantinya akan berakhir di tempat sampah, setidaknya hargai sedikit kek! Dia pikir dia itu setampan apa sih?”

 

Minrin mendumel lagi. Terhitung setengah jam bibirnya terus membuka-menutup tanpa henti. Suara melengkingnya sarat akan amarah. Ia mendengus, menatap seonggok kotak merah muda di dalam tong sampah dengan mata menyalang.

 

“Aku tahu aku bodoh karena menyukaimu. Tapi kau benar-benar membuatku jadi orang idiot karena masih saja memikirkanmu,” Minrin menarik napas panjang sebelum menjerit, “dasar Min Yoongi bodoh! Aku membencimu! Kyaak!”

 

“HEI! BERISIK! KAU PIKIR INI JAM BERAPA?”

 

Minrin melompat kaget. Lehernya langsung berputar ke arah benda tumpul yang mendarat keras di atas kepalanya itu berasal. Denyut di kepalanya terasa mengerikan—bahkan ia merasakan benjolan saat menyentuhnya. Tapi sosok di atas sana, yang kepalanya dipenuhi roll rambut dengan daster berkibar dan mata menyalang tampak lebih mengerikan sampai Minrin rasa ia mau pipis di celana. Dia seakan melihat transformasi monster mengerikan dalam film laga saat sosok itu meletakkan kedua tangan di pinggangnya yang besar.

 

“KENAPA MENATAPKU BEGITU?! KAU SUDAH BOSAN HIDUP YA?”

 

“Ti-tidak, Bi!” Minrin kelabakan memungut kotak yang beberapa sekon lalu dibuangnya. Masa bodoh jemari lentiknya beradu dengan sesuatu yang lembek, lengket, basah, bau, yang pasti sekarang ia harus berlari sekencang mungkin sampai sumpah serapah nyaring wanita ‘monster’ itu tak terdengar lagi.

 

Hoah … akuh … hosh … bisa … gila!”

 

Bahunya naik turun saat Minrin berhenti berlari selagi tubuhnya bertumpu pada lutut. Ia menoleh ke belakang dan mendapati si hulk tengah menutup tirai dengan dongkol. Minrin menghela napas lega.

 

Tuh kan! Aku tertimpa sejuta kesialan karena kau, Min Yoongi! Benar-benar ya!”

 

Ada kerikil yang langsung membuat lampu menyala terang di atas kepalanya. Minrin tersenyum sinis sebelum mengambil ancang-ancang bak pemain tim sepak bola nasional. Ia menendangnya sekuat tenaga dan—GOAL! Rasanya seperti menendang bokong si menyebalkan Min Yoongi dan Minrin puas sekali.

 

Minrin senang. Minrin bahagia. Sesaat sebelum bunyi pecahan kaca menelisik indra pendengaran.

 

“HEI! SIAPA YANG MELEMPAR BATU KE MARI?!”

 

Oops.” Minrin lekas membekap mulutnya dan berlari—lagi.

 

Di tempat lain, Jeongmin jalan mondar-mandir di taman kota. Beberapa kali ia melirik ponselnya. Berharap ada satu pesan saja yang terselip di sana. Namun kenyataan yang didapat membuatnya menghela napas kecewa sampai uap menggumpal di depan mulut.

 

Padahal tubuhnya sudah dibalut mantel dan jaket. Tapi udara dingin itu masih bisa menyusup. Membuatnya beberapa kali menggosok kedua telapak tangan dan sesekali meniupnya. Hebat sekali orang yang bisa membuat Jeongmin seperti ini. Maksudnya, menunggu berjam-jam di tengah malam yang agak bersalju.

 

“Ke mana sih anak itu? Padahal dia yang buat janji, tapi malah dia yang terlambat. Setidaknya kabari dulu kek. Jadi aku kan bisa membeli cokelat panas atau apapun. Apa dia serius ingin membunuhku?”

 

Jeongmin mendengus. Kembali matanya mengintari sekeliling. Masih tidak ada. Sepertinya gadis itu tidak akan datang. Menelan rasa kecewa, pada akhirnya Jeongmin memilih menyerah. Tubuhnya tidak tahan harus dipaksa menunggu lebih lama lagi. Jeongmin bersumpah akan membuat perhitungan, sungguh!

 

“Lee Jeongmin!”

 

Jeongmin kontan saja menghentikan langkahnya. Berbalik dan mendapati gadis itu nyegir dan berlari ke arahnya. Akhirnya datang juga! Jeongmin melipat kedua tangan di perut.

 

“Wah, wah, lihat siapa yang akhirnya datang. Kau hebat sekali ya, Hwang Minrin. Bagaimana bisa kau membuat seorang Lee Jeongmin menunggu selama ini? Kau ingin membunuhku, hah?”

 

Minrin tersenyum lebar sambil membuat tanda damai dengan dua jarinya. “Maaf.”

 

Jeongmin terkekeh. “Kau terlambat, itu artinya ada kabar baik, ‘kan? Apa semuanya berhasil? Kau harus mentraktirku kalau begitu.”

 

“Kabar baik kepalamu,” Minrin mendengus, “aku benar-benar ingin mencekik si mayat hidup itu.”

 

Alis Jeongmin meliuk. “Apa yang sudah terjadi?”

 

Alih-alih menjawab, Minrin malah melempar kotak merah mudanya tepat ke wajah Jeongmin. Beruntung lelaki itu sigap—ia berhasil menangkapnya.

 

Ya! Apa-apaan kau ini? Mau cari mati, hah?”

 

“Untukmu.”

 

Jeongmin mengerutkan dahi. “Apa?”

 

“Jangan banyak tanya atau aku akan memukulmu.”

 

Mengerikan. Bulu kuduk Jeongmin bahkan sampai mengerang. Pasti ada hal buruk yang terjadi. “Si Yoongi itu, haruskah aku beri pelajaran?”

 

“Kakak.” Minrin meralat dengan penuh penekanan.

 

Jeongmin memutar bola mata jengah. “Oke, ‘Kak’ Yoongi.”

 

Minrin tersenyum kecut. Mengambil langkah meninggalkan Jeongmin yang langsung mengekorinya. “Dia menolaknya.”

 

“Menolak apa?”

 

Minrin meringis. Kesal setengah mati dengan sikap sok polos lelaki di sampingnya itu. Tidak peka sih boleh saja, tapi kalau sampai seperti ini sih namanya keterlaluan. Apa Minrin harus berteriak tepat di depan telinganya kalau dirinya sendirilah yang baru saja ditolak?

 

“Oke, oke. Jangan tatap aku begitu.”

 

Minrin mengalihkan pandang ke depan. Melihat Jeongmin menyadarinya akan satu hal. “Aku memutuskan untuk menyerah.”

 

“Soal Yoongi?”

 

Minrin langsung melirik Jeongmin tajam.

 

“Kak Yoongi, maksudku,” ralatnya cepat-cepat. Jeongmin sendiri juga tidak mengerti kenapa Minrin bisa begitu menghormati kakak tingkatnya tersebut. Padahal Yoongi sama sekali tidak menunjukkan sopan santun pada siapapun. Jeongmin serius, ia tidak sedang hiperbolis atau mengarang cerita. Min Yoongi memang orang yang seperti itu.

 

“Tiga tahun bukan waktu yang singkat. Aku sudah melalui banyak hal sampai saat ini. Tapi melihatnya yang masih seperti itu membuatku berpikir, apa yang sudah kulakukan ini sia-sia? Secepat aku menyadari kebodohanku, secepat itu juga aku menemukan jawabannya. Kak Yoongi masih tidak menyadari keberadaanku. Aku seperti orang yang terus berlari tanpa tujuan. Merasa lelah tanpa mendapatkan apa-apa. Persis orang bodoh.”

 

Minrin tertawa setelahnya. Jenis tawa yang membuat hati Jeongmin mencelos.

 

“Aku sangat bersyukur akhirnya aku disadarkan juga. Aku hanya buang-buang waktu dengan mengejarnya seperti itu. Ternyata, aku memang hanya mengaguminya saja.”

 

Jeongmin terkekeh. “Kau memang bodoh.”

 

Minrin melirik Jeongmin dari sudut matanya. “Ya, hina saja aku sesukamu malam ini. Tapi besok, kau tidak akan sanggup menatap mataku seperti itu lagi.”

 

Jeongmin langsung saja tertawa. “Akhirnya kau sadar juga. Tidak mau mendengarkanku, sih.”

 

Minrin memukul lengan Jeongmin. Membuatnya meringis. “Berhenti tertawa!”

 

“Ini lebih baik daripada yang tadi. Hwang Minrin sudah kembali.”

 

Minrin tersenyum. Lebar sekali sampai Jeongmin khawatir bibirnya akan robek.

 

“Minrin ….”

 

Minrin meletakkan tangannya menutupi kedua mata Jeongmin. “Jangan tatap aku begitu. Aku jadi merinding.”

 

Jeongmin meraih tangan gadis itu. “Bisa tidak aku menggantikan posisi Min Yoongi untukmu?”

 

Minrin merasakan jantungnya berhenti berdetak. Darah berebut memerahkan wajahnya. Manik keduanya saling bersirobok, dan Minrin bersumpah jantungnya meledak keras di dalam sana. Sensasi tersebut dirasakannya sesaat sebelum tawa keras lelaki itu menggelegar.

 

“Bercanda!”

 

Minrin mendengus. Menatap si lelaki yang berlari kecil meninggalkannya.

 

“Ayo pulang sebelum semakin larut!”

 

Minrin hanya tersenyum masam. Dengan geram mengayunkan tungkainya cepat-cepat. Melesat sejauh mungkin meninggalkan Jeongmin yang menatapnya kebingungan sambil mengeluh,

 

“Kenapa kotak ini bau sekali?”

 

Salah sendiri kenapa jadi lelaki yang tidak peka.

 

—end—

 

Lagi mencoba buat dari sudut pandang orang ketiga karena belakangan aku selalu pakai sudut pandang orang pertama hiks :”

Ya, aku tahu ini failed di mana-mana :” jadi aku sangat butuh saran dan masukan kalian ^^

Review juseyo!

 

p.s : maapin ngaret :” aku mah orangnya suka telat /?/ semoga menghibur ya Eonni xD

Advertisements

10 comments

  1. Iva · April 6, 2016

    FF-nya bagus apalagi pake sudut pandang orang ketiga. aku paling suka :v 🙂
    Tapi… untuk kata “Seonggok” itu kayaknya gak tepat, soalnya, kalau yang aku baca di KBBI, itu artinya tumpukan, sedangkan kotaknya cuma satu. janggal aja pas bacanya :p

    Liked by 1 person

    • kimminjung00 · April 24, 2016

      halo ^^ oh iya hahah XD makasih ya masukkannya ^^ dan makasih juga udah berkunjung 😀

      Like

  2. Hana · April 7, 2016

    Jungmin ga peka. -_-

    Like

  3. Laras_97 · April 24, 2016

    Njirr bercandaan Jeongmin bikin baver/? -_-
    Suka klo bca cerita pake sudut pandang orang ketiga cz jdi lebih detail 😀
    Semangat ya saeng \^o^/

    Liked by 1 person

    • kimminjung00 · June 4, 2016

      jeongmin mah gitu orangnya :”v wkwkwk xD
      owalah~ ternyata kalo pake ketiga lebih detail ya? makasih masukannya eonni :D~ ihihi~
      semangat juga eon ^^

      Liked by 1 person

      • Laras_97 · June 5, 2016

        Yap, menurutku lebih detail jdi setiap cast dpet penjelasan lebih di ceritanya 😀
        Oke2 sip ^_^

        Liked by 1 person

  4. Pingback: Ficlet | OtherwiseM
  5. giewoojeongie · August 21, 2016

    Dan pada akhirnya setelah sekian lama ff ini nangkring di notif fb, baru sekarang kesampean baca. Duh duh ada bias sampingan pula.. sayangnya Yoongiya gak kebagian script haha.. maapkeun daku yakk jungie-ya baru baca kkk~~ Btw kalo tak mengenaliku, aku Shinwoo, teman seperjuangan mastimu~

    Oya btw untuk ff ini udah ok.. penguasaan kosakata kamu juga makin banyak. Tapi jujur aku kurang dapet feelnya >,< apa gegara castnya bukan Minu, atau aku kurang peka kayak Jeongmin -_-

    Pokoknya semangat terus ya mempertahankan ff boyfriend.. jangan sampai mereka punah -,-

    Liked by 1 person

    • kimminjung00 · September 16, 2016

      Aloooohhhh shinwoo mastin power /?/ duh maapin aku balesnya telat banget huhu TT
      Iya hahaha beneran cuman tempel nama aja abang agus satu itu wkwkwk
      Iya duh ya ampun aku mana lupa wkwkwk xD
      Woah makasih masukannya ya^^ ke depannya bakal aku perhatiin lagi hihi♥
      Siyaapp aku juga syedih ff boyfriend makin dikkit aja TT
      Makasih udah baca yaaa♥♥

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s