[Vignette] On Rainy Day

A Fanfiction by otherwiseM

|| Jung Minmi (OC), No Min Woo (Boyfriend), and Song Chaemin (OC) || Romance, Angst, School Life || Vignette (1000+ words) || PG-13 ||

Chae Min-ah, apa Min Woo benar-benar berkata seperti itu?


Sesosok gadis mungil dengan tinggi sekitar 155 senti tampak tengah mendongkakkan kepalanya menatap rintikan air hujan yang membasahi muka bumi. Senyum lebar terukir indah di bibirnya saat ia mengulurkan tangan, membiarkan benda cair nan dingin tersebut membasahi telapak tangannya.

“Kau masih belum ingin pulang?”

Suara seseorang berhasil membuatnya berhenti mengulurkan tangan lantas berbalik. “Ah, tidak. Aku lupa membawa payung tadi. Lagi pula aku masih asyilk menatap rintikan hujan.”

Gadis ber-name tag Song Chae Min tersebut berdesis pelan. “Di musim gugur seperti ini kenapa kau bisa lupa membawa benda penting?”

Gadis itu tersenyum lantas kembali menatap rintikan hujan di depannya. “Chae Min-ah, apa Min Woo benar-benar berkata seperti itu?”

Gadis yang baru saja akan mengambil sesuatu dari dalam tasnya tersebut, sontak terdiam untuk beberapa detik sebelum akhirnya ia kembali melanjutkan aktivitasnya yang sempat terhenti. “Jangan dipikirkan terus, Min Mi-ya. Ini.” Ia mengulurkan sebuah payung berwarna merah muda.

“Tidak usah!” Jung Min Mi -gadis mungil yang baru saja mengambil sapu tangan untuk mengelap tangannya yang basah, segera menggeleng.

“Nanti kau bisa sakit!”

“Lalu bagaimana jika kau yang sakit? Aku tidak mau sahabatku demam karena kecerobohanku.”

Chae Min berdecak geram. “Lantas?”

Min Mi kembali mendongkak. “Aku akan menunggu hujannya reda. Lagi pula ini hanya gerimis. Sebentar lagi juga akan berhenti. Kau duluan saja.”

“Tidak!” hardik Chae Min spontan.

“Sungguh, aku tidak apa-apa.” Sekali lagi, Min Mi memberikan senyum manisnya untuk menghilangkan kegundahan sahabat kecilnya tersebut.

Chae Min yang sudah kenal Min Mi sejak kecil, memilih menghembuskan napas dan membuka payungnya. Gadis ini tetap tidak berubah dari dulu. Menyukai rintikan hujan dan selalu saja keras kepala, umpatnya dalam hati.

“Aku pulang duluan, ya! Jangan terlalu lama menunggu. Selamat tinggal!” Chae Min menepuk pundak Min Mi pelan sebelum akhirnya ia menerobos hujan dengan payung dan mantel putih yang ia gunakan.

Helaan napas panjang yang tertutupi oleh suara bising air hujan keluar dari mulut Min Mi. Sesekali ia mengeratkan mantel merahnya saat dirasa udara sore ini semakin dingin.

Ternyata dugaannya salah. Air hujan yang semula turun dengan tenang, kini berjatuhan dengan tempo cepat. Min Min merutuki dirinya sendiri yang dengan bodoh dan keras kepalanya menolak ajakan Chae Min untuk pulang bersama tadi. Andai saja ia tidak terlalu asyik memandangi langit dan mencium bau lembab tanah, ia pasti sudah berada di dalam rumahnya yang hangat sejak tadi.

Iri sekali rasanya mengingat semua murid sekolahnya yang pasti sedang meminum coklat panas atau menghangatkan tubuhnya di rumah. Bahkan mungkin saja penjaga sekolah sudah mengunci gerbang karena dirasanya sudah tak ada lagi aktivitas yang berlangsung di dalam gedung bertingkat lima tersebut. Meninggalkan sesosok gadis berpipichubby yang terus memperhatikan air hujan di hadapannya tanpa menyadari kehadiran seorang lelaki yang berdiri beberapa meter di sampingnya.

Saat menundukan kepala, Min Mi baru sadar jika ada orang lain selain dirinya di sini. Ia terbelalak saat menyadari kehadiran sosok tersebut. Jantungnya pun berpacu dengan cepat. Beberapa kali ia menghirup oksigen sebanyak yang ia bisa untuk meredam kegugupannya.

Chae Min menundukkan kepala sedalam mungkin. Sinar mata yang sulit diartikan, terpancar dari kedua manik miliknya. “Min Mi-ya, jangan sedih ya. Aku hanya mengucapkan apa yang kudengar tanpa ada yang kutambahkan atau kukurangi.”

 

“Apa itu?”

 

“No Min Woo … lelaki tidak berperasaan dan bodoh itu bilang jika ia sama sekali tidak menyukaimu. Bahkan setelah aku memberitahukan semua kelebihanmu padanya. Dia tetap tidak menyukaimu dan bersikap cuek. Tolong jangan sedih ….”

 

Min Mi yang semula terbelalak, dengan mudah merubah ekspresinya menjadi tenang seperti biasa. “Aku tidak sedih, kok! Aku malah senang. Setidaknya semua sudah jelas sekarang. Ternyata rasa sukaku selama 3 tahun ini tidak ditanggapi olehnya. Ternyata perasaanku selama ini sia-sia. Setidaknya aku bisa lebih mudah melupakannya. Terima kasih sudah mau membantuku!”

Lagi-lagi ia menghembuskan napasnya.  Tak bisa dipungkiri jika gadis ceria ini memang menyukai sosok lelaki yang notabene adalah seorang kapten basket di sekolahnya yang terkenal sangat dingin, pendiam, dan cuek. Bahkan karena sikapnya tersebut, banyak gadis yang menyerah untuk menyukainya. Terkecuali Min Mi. Gadis itu masih tetap menyukai sosok yang membuat dadanya. Ia tidak agresif seperti gadis-gadis di komik yang sering dibacanya. Ia lebih senang memperhatikan lelaki itu dari kejauhan dan memotretnya jika sempat.

Bahkan Chae Min yang sudah kesal setengah mati dengan sikap sahabatnya tersebut, dengan lantang berteriak di dalam kelas Min Woo bahwa Min Mi menyukainya. Membuat jitakan yang menghasilkan benjolan berhasil didapat Chae Min. Dan untuk yang kedua kalinya, Chae Min berteriak seperti itu dan langsung direspon Min Woo dengan kata-kata pedas nan dingin tanpa ada lengkungan dari bibirnya. Sangat jahat, bukan?

“Tentang kau yang menyukaiku … tolong hentikan sekarang juga.”

Spontan Min Mi menoleh. Mendapati sosok yang baru saja muncul di benaknya. Gadis itu terbelalak hebat. Jantungnya seperti berhenti berdetak. “A … pa maksudmu?”

Min Woo menatap Min Mi yang tengah menunduk dengan tatapan datar. “Aku tidak ingin menyakitimu. Maka dari itu, berhentilah mencintaiku!”

Serasa disambar petir, Min Mi terdiam membisu. Untuk pertama kalinya, ia berusaha menatap manik tajam milik seseorang di sampingnya namun baru saja sedetik tatapan mereka beradu, Min Mi sudah kembali menunduk.

“Kenapa kau menyukaiku? Bahkan aku saja tidak mengenalmu apalagi memikirkanmu.”

“Karena cintaku tulus.” Akhirnya kata yang sejak tadi tertahan di mulut Min Mi berhasil ia keluarkan juga.

Min Woo mengerutkan dahi. “Apa maksudmu?”

“Jika kau tidak mencintaiku, itu tidak masalah. Kau tidak perlu membalas perasaanku karena aku tak mengharapkannya. Aku juga sadar dengan keadaanku. Aku adalah gadis bodoh yang selalu menyukaimu sejak tiga tahun yang lalu, saat pertama kali aku melihatmu di hari pertama masuk sekolah.”

Min Woo terdiam untuk beberapa saat sembari menatap lekat senyum miris gadis di sampingnya. Ia menghembuskan napas lantas mengambil sebuah payung dari dalam tasnya. “Maaf aku sudah masuk ke dalam duniamu. Tolong berhenti mencintaiku. Aku tak membutuhkannya. Anggaplah aku tidak ada. Kumohon.” Ia menarik tangan Min Mi lalu meletakkan payung transparan di sana sebelum akhirnya ia menerobos hujan lebat dengan mantel hitam yng membalut tubuh tingginya.

Tanpa sadar Min Mi menjatuhan payung di tangannya lalu segera berlari memeluk sosok tersebut dari belakang. “Aku mohon! Biarkan aku melihatmu setiap haru seperti biasa!”

Min Woo menggeleng sembari melepaskan pelukan Min Mi. Ia berbalik lantas memegang kedua bahu Min Mi. “Carilah lelaki yang lebih baik dariku. Maaf.”

Hanya kata-kata itulah yang terdengar sebelum akhirnya Min Woo kembali berjalan meninggalkan Min Mi yang masih berdiri mematung dengan air mata yang turun bersamaan dengan hujan yang menghapus jejaknya.

Akhirnya aku sadar, ada sesuatu yang tak bisa kudapatkan walau selama apa pun aku menunggu. Ini menyakitkan. Sangat menyakitkan. Perasaanku yang tulus selama ini … sia-sia. Ia sama sekali tak membutuhkannya. Dan di hari yang hujan ini, cinta pertamaku berakhir. Meninggalkan seberkas luka yang tidak dapat terhapuskan oleh apa pun.

FIN

Advertisements

One comment

  1. Pingback: Ficlet | OtherwiseM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s