[Ficlet Series] What’s Your Name?

1898194_656414281089173_1261991082_n

A Fanfiction by otherwiseM

|| Kim Donghyun (Boyfriend) and You || Fluff || Ficlet (400+ words) || PG-13 ||

Oh ya, ngomong-ngomong siapa namamu?


“Satu cafe latte.”

Aku otomatis menoleh ketika bunyi lembut itu menembus gendang telingaku. Tanpa sadar, jantungku berdesir hebat kala tangan kami bersentuhan dalam rangka penyerahan pesanannya.

“Oh, maaf.”

“Ti-tidak apa-apa.”

Aku tahu dia berbeda. Tampak jelas dari bagaimana dia bertutur, tersenyum dan meminta maaf untuk hal kecil. Dia lelaki ramah berhati mulia yang setiap hari datang kecafe tempatku bekerja saat malam menjemput.

Dia berbeda. Tampak jelas dari bagaimana ia mengambil posisi duduk di dekat jendela. Menyesap cafe latte-nya sambil pandangi gemerlap malam di luar sana.

Aku selalu memerhatikannya dalam diam. Berharap ia tak menyadarinya. Aku sendiri tak tahu-menahu perihal perasaan nyaman dan sumringah kala sosok itu muncul dengan mantel atau hoodie-nya. Dan kini, saat permintaan maafnya muncul ke permukaan, baru kusadari jikalau diriku telah terjatuh dalam pesonanya yang memiliki warna berbeda bagiku.

Oppa!”

Aku sontak berjingjit, memandang lebih jelas sosok gadis manis yang berlarian dan tiba-tiba duduk di depan lelaki itu. Pedih menyergap dalam genangan air mata yang hendak meluncur saat lelaki itu menyapu puncak kepala sang gadis dengan telapak tangannya sambil tersenyum. Kebahagiaan terpatri jelas dalam bibirnya yang bergerak merespon ucapan sang gadis.

Apa gadis itu kekasihnya? Bahkan sebelum aku sempat mengetahui namanya, aku sudah kalah telak dengan gadis itu. Menyedihkan.

“Nona, aku pesan satu americano.”

Ah, i-iya.”

Gugup menyergap saat tiba-tiba lelaki itu muncul di depanku dengan seulas senyum tipis. Aku benar-benar tak bisa mengontrol pikiranku hingga menumpahkan air ke pakaianku. Sontak saja aku memekik kepanasan.

“Hei, kau tidak apa-apa?”

Aku semakin tersentak saat lelaki itu tiba-tiba berlari masuk ke tempatku berada, ulurkan sapu tangan biru polos dari sakunya. Matanya yang indah, memandangku cemas. Dan aku hanya bisa terdiam.

“A-aku tidak apa-apa! Terima kasih,” sahutku dengan suara bergetar sembari meraih sapu tangannya.

“Sungguh tidak apa-apa?” ulangnya sekali lagi. Berhasil membuatku semakin salah tingkah.

“Iya, aku tidak apa-apa. Sungguh. Terima kasih, Tuan.” Aku tak sanggup menatapnya, jadi kuputuskan untuk mengalihkan perhatian pada pakaianku yang basah. Padahal pikiranku hanya terfokus padanya yang masih memandangiku cemas.

Oppa, ada apa?” Gadis itu memunculkan kepalanya dari permukaan meja. Matanya mengerling lucu, dan itu buatku semakin terjatuh sampai ke dasar. Dia manis dan cantik, sedangkan aku? Baiklah, kurasa aku harus benar-benar menghapus perasaan ini—

“Tidak apa-apa, Saengi. Kau duduk saja.”

Tu-tunggu … Saengi? Gadis ini adiknya? Sungguh?! Apa aku tidak salah dengar?

“Oh, baiklah,” timpalnya singkat seraya membalikkan tubuh. Tinggalkan kami berdua bersama keheningan.

Aku masih merapikan serpihan hatiku yang hancur beberapa menit yang lalu. Menempelkannya kembali dengan sebongkah kehabagiaan dan cinta.

“M-maaf membuatmu cemas, Tuan—“

“Panggil saja aku Donghyun. Rasanya kurang nyaman kalau kau panggil aku seperti itu.” Lelaki bernama Donghyun itu menghasilkan senyuman terindah yang pernah kulihat dengan tarikan sudut bibirnya. “Oh ya, ngomong-ngomong siapa namamu?” Dan kini, dia mengulurkan tangannya padaku.

FIN

Advertisements

One comment

  1. Pingback: Ficlet | OtherwiseM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s