1743684_656414577755810_180602487_n

A Fanfiction  by otherwiseM

|| Shim Hyunseong (Boyfriend) and You || Fluff || Ficlet (304 words) || PG-13 ||

Kau sebenarnya kenapa?


                “Hyunseong, kau ini kenapa?” Sepuluh menit di antara kami, terlewati sia-sia karena Hyunseong terus-menerus mengunci rapat bibirnya. Bahkan desau angin di luar sana terdengar jelas olehku. Hyunseong berubah bisu semenjak aku menyapanya dan mengajaknya minum secangkir kopi di cafe dekat kampus. Yang ia lakukan hanya memandang moccacino-nya dalam keheningan. Terhalangkan dinding kaca, dari sini dapat kulihat dengan jelas sepasang kekasih yang saling menautkan tangan di malam yang pekat. Uh, kenapa aku jadi iri ya? “Hyunseong! Kau dengar aku tidak, sih? Kenapa aku jadi bicara dengan patung begini?” Habis sudah kesabaranku. Kepulan asap berkoar penuhi kepalaku. Wajahku lamat-lamat berubah menjadi merah. Lelaki ini sungguh menyebalkan! Bahkan setelah aku bangkit dengan kilatan menyeramkan di mataku, ia tak berkutik sama sekali. “Baiklah jika ini maumu! Aku pulang.” Belum sampai tiga langkah, dapat kurasakan sebuah tangan yang menahanku. Mengunci tubuh ini dalam dekapannya. “Jangan pergi …,” tuturnya begitu lirih. Seolah aku akan pergi jauh dan tak akan kembali. Dia ini kenapa? D-dan, wajahku! Oh tidak! Jangan sampai dia melihat wajahku. “H-Hyunseong, se-semua orang melihat ki-kita!” Saat aku berniat melepaskan diri, kedua lengannya malah menahanku semakin kuat. Dapat kurasakan detak jantungnya yang berpacu bersama jam besar di dinding cafe. Tanpa sadar aku tersenyum, dan izinkan Hyunseong memelukku dalam posisi seperti ini. “Sebentar saja ….”                   2 detik.                   5 detik.                   10 detik.                   15 detik. Lengannya mengendor, dan pada akhirnya aku kehilangan kehangatan seorang Shim Hyun Seong. “Kau sebenarnya kenapa?” tanyaku sembari membalikkan badan, mendongkakkan kepala menatap parasnya yang lesu. “A-aku ….” “Ya?” “Ini tentang Jung Hoseok!” tukas Hyunseong tiba-tiba dengan nada meninggi. Bibirnya terkecut seiring dengan kedua lengannya yang mencengkeram lembut bahuku. Eh eh eh, dia kenapa? Hyunseong aneh! “Berhenti tertawa bersamanya! Kenapa sih kau tidak peka? Memangnya ekspresi wajahku ini tak cukup ya?” Aku terdiam begitu lama dengan mata menyipit tak mengerti. Kupandangi manik coklatnya yang menyapu antusias milikku. “Apa maksudmu? Aku tidak mengerti.” “A-aku sebenarnya ….”

FIN

Advertisements