A Fanfiction by otherwiseM

|| Bang Mina (Girl’s Day) || Crime || Drabble (300 words) || PG ||


Aku menatap bed cover berwarna putih yang sudah penuh dengan bercak darah anyir lantas menengadah. Menatap jam yang sudah menunjukkan pukul 6 sore. Kakiku tergerak sendiri. Membawa tubuhku ke hadapan sebuah jendela besar yang tertutupi tirai lembab berwarna merah darah.

Tanganku terangkat untuk membuka tirai tersebut. Mendapati pemandangan yang sangat mengerikan dengan langit berwarna oranye kemerahan sebagai latar belakangnya. Mataku memanas saat melihat puluhan manusia tak berdosa dengan bercak darah yang memenuhi seluruh bagian tubuhnya. Membuat darah merah memenuhi rerumputan dan tanah. Air mataku pun tumpah saat mendapati seonggok daging tak berbentuk di sekitar bis yang membawaku berlibur di sini. Di kota ini.

Aku menatap satu-persatu jasad yang masih bisa kukenali. Badanku berbalik. Menatap kamar yang penuh dengan bercak darah. Bahkan, beberapa onggok tubuh dengan darah yang mengalir deras dan kepala yang hancur sebagian ada di lantai kamar ini.

Aku kembali berbalik. Menatap langit senja dan merogoh saku celanaku. Mengambil sebuah pisau yang berukuran cukup kecil lantas mengiris tanganku pelan, “Andai saja aku langsung membuangmu dan tidak membawamu kesini. Hal ini tak ‘kan terjadi,” aku menahan rasa perih di tanganku. Kini aku merasakan hal yang dirasakan semua mayat di sekitarku yang aku bunuh saat langit menunjukkan warna jingganya.

Semuanya mati. Tanpa ada sisa nyawa satu pun di kota ini. Hanya hamparan mayat di mana-mana. Aku meringis pelan lantas menghela nafas sejenak sebelum akhirnya aku meloncat dari jendela. Dengan bilah pisau yang menancap indah di ubun-ubun kepalaku. Beberapa detik berikutnya, tubuhku sudah mendarat di tumpukan mayat berwajah mengerikan. Membuat daging di tubuhnya muncrat ke mana-mana.

Harapanku hanya satu. Aku tidak ingin ada seorang pun yang mencabut pisau ini dari kepalaku. Agar kejadian ini tak kembali terulang. Agar siapa pun yang memegangnya tidak membunuh semua orang tak berdosa karna bisikan roh jahat. Karna pisau dan langit berwarna jingga memiliki pertanda kematian.

FIN

Advertisements