[Drabble] Jealous

1530436_640081109389157_1394246065_n

A drabble by otherwiseM

Jealous

|| Jo Kwangmin (Boyfriend), OC, Xi Luhan || Fluff (I’m not sure), failed!Comedy || PG-13 || Drabble ||


“Hye Soo, aku menyukaimu! Jadilah pacarku!”

Seluruh organ dalam milikku berhenti bekerja. Mataku mengerjap perlahan, tanganku yang semula terangkat hendak meraih minum kembali berpangku pada meja. Tak hanya diriku, puluhan siswa di kantin pun melakukan hal serupa. Bahkan ada beberapa gadis yang saling berbisik-bisik dengan sorot setajam pisau dapur Ibu yang sering diasah. Rasa-rasanya ingin kucolok mata mereka satu persatu!

Mereka pikir aku juga tidak kaget apa? Bukan karena lelaki yang dengan sebuket bunga mawar berteriak menyatakan perasaannya padaku di tengah kantin, hanya saja lelaki itu adalah Lu Han! Xi Lu Han yang terkenal di sekolah! Oh Tuhan, rasanya kepalaku akan pecah sekarang juga. Dan yang palign parah ….

Kulirik Kwang Min yang mengepalkan tangannya kuat-kuat dengan wajah merah menahan amarah. Benar-benar keadaan mendesak! Apa yang harus kulakukan? Sial! Lu Han memangnya tidak tahu ya jika aku sudah memiliki kekasih? Dan kenapa juga dia harus menyatakan perasaannya di depan Kwang Min?

“E-eum … Lu-Lu Han, aku ….”

Kwang Min bangkit, mendelik tajam ke arah Lu Han lantas bergegas pergi dengan langkah dongkol. Aku refleks berdiri, memanggil-manggil lelaki yang sama sekali tak mau membalikkan badannya untukku. Gawat! Keadaannya semakin buruk! Aku harus bagaimana? Jika kukejar Kwang Min saat ini, bagaimana dengan Lu Han? Tapi jika aku tidak mengejar Kwang Min, bagaimana dengan perasaannya?

“Lu Han, aku akan segera kembali!” Oke, sebaiknya kudahulukan hal yang lebih penting. Kwang Min. Tanpa buang waktu lagi, segera kukejar sosoknya yang hampir menghilang dari pandanganku. Duh, dia berjalan atau berlari sih? Kenapa cepat sekali? Apa karena kakinya yang panjang itu ya? Tunggu, tunggu! Tadi aku menyuruh Lu Han menunggu ya? Bukankah itu artinya sama saja dengan akan memberinya jawaban? Lantas bagaimana jika Lu Han mendapat jawaban ‘tidak’ setelah menungguku? Ya Tuhan, mimpi apa aku semalam? Kenapa begitu rumit?

“Kwang Min!” Lagi-lagi lelaki itu tak merespon.

“Kwang Min! Tunggu!”

“Aku sedang marah! Jangan kejar aku!”

Seraya mendesah kesal, kutarik lengannya hingga tubuh tingginya menghadapku. Kya, kenapa jarak kami bisa sedekat ini?! Bodoh, bodoh! Seharusnya tidak kutarik! Pasti wajahku merah sekarang.

“Apa?” Gawat, sepertinya dia benar-benar marah! Seperti ada percikan api dari sorot tajamnya, dan suaranya benar-benar datar seperti papan triplek. Tapi kalau dipikir-pikir lagi, mana ada juga lelaki yang marah jika gadisnya bertingkah gugup di depan lelaki lain yang menayatakan perasaannya seperti tadi.

“Jangan salah paham! Aku—“

“Lu Han lebih baik dariku. Dia sempurna. Tampan, pintar, terkenal. Sedangkan aku?”

“Kwang Min!”

“Bahkan dia lelaki yang romantis, menyatakan perasaannya secara tiba-tiba di tengah kantin dengan membawa sebuket bunga. Sedangkan aku hanya mengirimimu surat.”

“Kwang Min!”

“Aku hanya—“

“Kwang Min bodoh, jangan katakan hal semacam itu! Aku menyukaimu! Sangat suka! Karena itu, aku tak peduli Kwang Min seperti apa! Aku akan tetap menyukaimu! Di hatiku, tak ada yang bisa menggantikan posisi lelaki idiot super menyebalkan pengggila pikachu sepertimu! Meski pun ia sempurna, tetap tidak bisa!”

Kulihat matanya yang membola. Apa dia tersentuh? Apa dia sudah tidak marah lagi? Dengan wajah memelas, kugenggam kedua tangannya. “Jangan rendahkan dirimu seperti itu, aku tidak su—“

Tanpa membiarkanku berkata lebih jelas, Kwang Min sudah menarik tubuhku. Melingkarkan kedua lengannya di leherku. Dapat kurasakan dengan jelas detak jantungnya yang berpacu dengan waktu. wajahku sekarang sudah pasti merah. Dan tubuhku juga benar-benar tak bisa digerakkan! Jo Kwang Min, sebenarnya apa sih yang kau lakukan padaku hingga aku bisa seperti ini?

“Hye Soo! Aku juga menyukaimu! Sangat suka! Sangat suka! Jangan melirik lelaki lain! Kau hanya milikku!”

Huwa, siapa pun tolong selamatkan aku dari pelukan lelaki ini! Aku tak bisa bernapas!

“K-Kwang Min … aku tak bisa bernapas!”

“Aku akan melepaskanmu, tapi Hye Soo harus berjanji untuk tidak melirik lelaki lain lagi ya? Jangan bersikap baik pada lelaki lain dan emmbuat mereka menyukaimu! Jangan membuat lelaki mana pun sadar bahwa kau manis dan baik hati. Karena hanya aku yang booleh mengetahuinya, mengerti? Janji?”

“K-Kwang Min, aku tak bisa—“

“Dan berjanjilah untuk membersihkan gudang dan lapangan.” Suara berat dengan tekanan pada setiap katanya, terdengar menusuk gendang telinga.  Dengan tergesa-gesa, kulepas lenganku dari tubuh Kwang Min. Hah, akhirnya bisa bernapas lagi. Tapi … oh tidak. Ini buruk. Lelaki paruh baya berkacamata tebal serta perut buncit itu tengah berkacak pinggang seraya membulatkan matanya yang hendak keluar. Aku yakin, beberapa detik lagi ia pasti akan berkata ….

“Kerjakan sampai bersih, mengkilat dan terbebas dari kuman! SEKARANG!'”

FIN

Advertisements

One comment

  1. Pingback: Drabble | OtherwiseM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s